JAKARTA – Kritik yang dilontarkan mantan Panglima TNI terhadap Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali menuai tanggapan dari kalangan aktivis. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi memicu kesalahpahaman publik terhadap institusi Polri.
Aktivis nasional Sandri Rumanama menyatakan bahwa Polri tidak memiliki rekam jejak pengkhianatan terhadap presiden sepanjang sejarah republik ini. Menurutnya, tudingan atau narasi yang seolah-olah membenturkan Polri dengan presiden justru berbahaya bagi stabilitas institusi negara.
Sandri menanggapi kritik mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyoroti pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai kritik tersebut muncul akibat penafsiran yang keliru terhadap pernyataan Kapolri saat menghadiri rapat bersama Komisi III DPR RI.
“Pernyataan Kapolri soal loyalitas dan pengabdian kepada negara dan presiden tidak boleh dipotong atau ditafsirkan secara parsial. Polri adalah alat negara yang secara konstitusional berada di bawah presiden,” ujar Sandri.
Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarah, Polri selalu menjalankan tugas sesuai garis komando pemerintahan yang sah dan tidak pernah tercatat melakukan pembangkangan terhadap presiden. Oleh karena itu, menurutnya, tudingan yang menyudutkan Polri justru dapat mencederai kepercayaan publik.
Sandri juga mengingatkan agar perbedaan pandangan disampaikan secara proporsional dan tidak membangun narasi yang dapat memicu polarisasi antara institusi negara. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga penegak hukum di tengah dinamika politik nasional.
“Yang perlu dijaga adalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Jangan sampai pernyataan-pernyataan publik justru menimbulkan kesan adanya konflik internal yang tidak pernah terjadi,” pungkasnya.
Di Lansir Bengkulutoday.com





